My friends in Bali don’t be sad..you still can work through online.

My friends in Bali don’t be sad..you still can work through online.

Erupsi gunung Agung  mulai berdampak terhadap kedatangan turis di Bali. Setelah ditutupnya bandara beberapa waktu yang lalu karena abu vulkanik. Jumlah turis turun drastis.

Karakteristik gunung Agung yang juga bisa erupsi cukup lama membuat tertundanya banyak kedatangan  turis untuk berlibur menunggu kepastian.

Bukan hanya Bali yang berdampak tapi Lombok dan daerah sekitarnya juga merasakan. Terutama Bali yang masyarakatnya sangat bergantung pada pariwisata. Sedikit terganggu saja pariwisata di sana maka akan besar pengaruhnya.

Bisa terbayang pasar-pasar craft yang biasanya ramai  saat ini menjadi  sepi, juga sektor hospitality dan transportasi pasti berdampak. Sangat berdampak bagi yang hidupnya bergantung pada pemasukan harian. Sangat bisa dipahami kesedihan dan kekuatiran teman-teman di sana.

Melalui  komunikasi mobile dengan mereka ada rasa was-was akan kondisi ini. Apalagi yang memang sudah punya beberapa rencana untuk tahun ini. Saya ikut merasakan kekuatiran ini.

Ketika Karang Asem tanah indah dan subur di Bali yang pastinya juga menjadi salah satu sumber pertanian dan makanan terganggu. Supply bahan makanan dan lain-lainnya akan terganggu dan harga-harga juga biasanya makin tinggi.

Pemasukan menurun, supply, kebutuhan sehari-hari terganggu dan harga naik pastinya berdampak pada kehidupan sehari-hari.

Terakhir tahun ini ke Bali  sempat ngobrol dengan teman-teman di sana mengupdate tentang perkembangan digital bahwa teman-teman bisa kerja sampingan selain hospitality, hotel, penginapan, transportasi. Bisa juga bekerja secara online seperti bule-bule yang sekarang menjadi digital nomad  di sana. Saat itu saya bercerita mengenai profesi-profesi  digital yang bisa dilakukan selain punya usaha utama hospitality.

Diskusi dengan coach di Bali saat belajar, menjadi  harapan mereka juga semakin banyak masyarakat Bali terutama anak-anak muda yang bisa menjadi partner kerja para digital nomad di sana dan bisa bekerja secara online dengan profesi digital. Walaupun ini tidak  mudah merubah mindset yang begitu kuat mengenai gaya hidup yang sudah puluhan tahun memberi kehidupan.

Kehadiran digital nomad di Bali rasanya cukup membantu dan membuat Bali tidak sepi-sepi banget karena sebagian dari mereka tetap tinggal di Bali dan tidak atau belum terganggu oleh erupsi gunung Agung. Mereka bekerja secara online karena  kilen-klien mereka di luar Bali dan mereka tetap tinggal di Bali merasakan was-was juga sambil menebar semangat kerja. Itu yang saya perhatikan dari teman-teman digital nomad di sana melalui social media mereka. Berbeda dengan turis-turis yang memang tujuannya berwisata, pasti segera pulang atau menunda untuk masuk Bali.

Lalu apa yang sebenarnya dapat dilakukan oleh teman-teman di Bali saat ini secara online. Walaupun memang ini perlu keahlian yang seharusnya diasah sebelumnya.

Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:

-Live kontributor di socmed

-Kontributor foto-foto alam, budaya dan masyarakat

-Bekerja sebagai content writer

-Social media maintenance bagi klien-klien di mana pun berada

-Jualan produk-produk secara online

-Membantu para penjual dan pengrajin craft memasarkan secara online di networking yang ada selama ini.

Kira-kira  itu yang mudah untuk dilakukan saat ini. Selama gangguan internet tidak terganggu, banyak hal yang  bisa dilakukan.

Segala sesuatu ada hikmahnya, mungkin kejadian erupsi saat ini membuat teman-teman di sana juga melirik  profesi digital kedepannya yang sangat  memungkinkan selain bisnis utama di sektor hospitality.

Semoga erupsi cepat berlalu sehingga  Bali dan daerah wisata sekitarnya segera berdegup kencang lagi..my wish to visit friends there asap.

By Vika17